Warga Bahar Utara Ramai-Ramai Ikuti Salat Istisqa’ di Halaman Kantor Kecamatan

Tampak hadir dalam barisan jamaah jajaran staf Kantor Kecamatan Bahar Utara, staf Tata Usaha dan guru SMP Negeri 14 Muaro Jambi, Kepala Sekolah dan guru SMK Negeri 16 Muaro Jambi, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Talang Datar Sigit R., dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Talang Datar Heri.

Camat Bahar Utara Yulianti, S. Pd. tampak bersama jamaah perempuan saat melaksanakan salat istisqa' berjamaah di halaman kantor Kecamatan Bahar Utara, Rabu (2/9/2026) pagi WIB. (Dok. IST)

PEMERINTAH Kecamatan Bahar Utara, Muaro Jambi, menggelar salat istisqa’ di halaman kantor kecamatan yang terletak di Desa Talang Bukit, Rabu (2/9/2026) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh Camat Yulianti, S. Pd. beserta Kepala Seksi dan staf kantor kecamatan, pamong desa, serta warga masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, kesibukan di halaman kantor Kecamatan Bahar Utara telah tampak sejak pagi-pagi sekali. Sejumlah pegawai kecamatan tampak menggelar terpal biru sebagai alas, yang kemudian dilapisi lembaran-lembaran karpet dan tikar oleh jamaah yang datang kemudian.

Jamaah salat mulai berdatangan sejak pukul setengah delapan. Beberapa di antaranya tampak mengenakan seragam pamong desa.

Baca juga

Sehari sebelumnya, Sekretariat Kecamatan Bahar Utara memang telah menerbitkan surat instruksi yang ditujukan kepada seluruh kepala desa di wilayahnya. Dalam surat tersebut, segenap unsur pemerintahan desa diminta turut mengikuti pelaksanaan salat istisqa’ di halaman kantor kecamatan.

“Menindaklanjuti surat dari Bupati Kabupaten Muaro Jambi Nomor 400/912/Kesra, Tanggal 01 September 2026, Perihal Intruksi Pelaksanaan Sholat Istisqo,” demikian pembukaan surat instruksi yang diteken Camat Yulianti, S.Pd. bertanggal 1 September 2026 tersebut.

“Berkenaan dengan hal tersebut di atas, dengan ini mengintruksikan kepada Kepala Desa beserta Staf, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta seluruh lapisan Masyarakat agar dapat melaksanakan Sholat Istisqo secara berjama’ah…” lanjut surat dengan nomor 400/223/Sekret-BU/IX/2026 itu.

Dalam surat instruksi juga dipesankan agar jamaah membawa alas tikar masing-masing.

Tampak hadir dalam barisan jamaah jajaran staf Kantor Kecamatan Bahar Utara, staf Tata Usaha dan guru SMP Negeri 14 Muaro Jambi, Kepala Sekolah dan guru SMK Negeri 16 Muaro Jambi, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Talang Datar Sigit R., dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Talang Datar Heri.

Serentak Seluruh Jambi

Sebagaimana disebut dalam surat instruksi Camat Bahar Utara kepada jajaran Kepala Desa, kegiatan salat minta hujan ini dilaksanakan juga di seluruh Kabupaten Muaro Jambi dan se-Provinsi Jambi. Bahkan waktu pelaksanaannya dilakukan secara serentak pada hari dan jam sama.

Baca juga

Di tingkat kabupaten, salat berjamaah dipusatkan di Lapangan Perkantoran Bupati Muaro Jambi, Bukit Cinto Kenang, Sengeti. Selain Bupati Bambang Bayu Suseno, turut hadir Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H., para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab.

Dalam kata sambutannya, Bupati mengajak seluruh jamaah untuk turut memanjatkan doa agar hujan diturunkan ke wilayah Muaro Jambi yang telah lama dilanda kekeringan.

“Melalui salat istisqa‘ ini, kita bersama-sama merendahkan diri, memohon ampunan, dan berdoa kepada Allah SWT agar daerah kita senantiasa dilimpahi rahmat serta segera diturunkannya hujan yang membawa berkah bagi masyarakat Muaro Jambi,” tutur Bupati.

Sementara di Jambi, salat istisqa‘ digelar di Lapangan Garuda, kompleks Kantor Gubernur Jambi, pada hari dan jam sama. Gubernur Dr. Al Haris dan Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, tampak hadir di deretan depan.

Tampak pula Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed., M.A., yang bertindak sebagai khatib.

Saat memberikan kata sambutan, Gubernur mengatakan salat ini dilakukan karena dampak dari kemarau panjang yang melanda Jambi sudah semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Meningkatnya suhu, kualitas udara yang tidak sehat akibat debu dan kabut asap, serta yang paling menjadi sorotan adalah kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, adalah efek dari lamanya hujan tak turun.

Baca juga

“Pelaksanaan salat istisqa’ ini merupakan bentuk ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Sudah kurang-lebih lima bulan kita dilanda kemarau, dan saat ini kita mulai merasakan dampaknya, termasuk udara yang semakin tidak sehat serta kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.

Reporter Bahar Pos
Editor Redaksi Bahar Pos