Efek Kabut Asap Karhutla, Gubernur Jambi Liburkan Kegiatan Belajar-Mengajar
KEGIATAN belajar-mengajar di Provinsi Jambi diliburkan selama tiga hari, Selasa (26/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026). Kebijakan ini diambil Gubernur Al Haris menyikapi kondisi udara yang tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Al Haris menyampaikan keputusannya tersebut saat audiensi dengan Presiden Prabowo dalam rapat penanganan karhutla Sumatera melalui teleconference, Senin (24/8/2026).
“Izin Bapak Presiden, hari ini kami akan meliburkan anak sekolah, baik tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA di Jambi, mengingat kondisi saat ini kabut asap sudah semakin pekat,” kata Al Haris kala itu.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor 1835/SE/DLH-3/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Memburuknya Kualitas Udara di Provinsi Jambi yang dikeluarkan Al Haris pada hari sama.
Dalam Surat Edaran tersebut, Al Haris secara khusus menekankan pentingnya perlindungan terhadap siswa sekolah. Ia meminta jajaran pemerintah kota dan kabupaten di Jambi untuk menghentikan kegiatan luar ruangan, utamanya kegiatan belajar-mengajar di sekolah, jika kualitas udara terpantau mencapai indeks pencemaran udara (ISPU) yang tidak sehat.
Pemerintah kota dan kabupaten segera merespons imbauan Gubernur. Bupati Muaro Jambi, misalnya, langsung mengeluarkan surat edaran untuk mengubah pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi pembelajaran di rumah secara daring.
“Menindaklanjuti surat edaran Pemerintah Kab. Ma. Jambi, maka dari itu siswa/i mulai Rabu, 26 Agustus 2026, sampai Jumat, 28 Agustus 2026, melaksanakan pembelajaran daring. Mohon kiranya bapak/ibu wali murid mendampingi anak selama kegiatan pembelajaran daring berlangsung.”
Demikian pengumuman yang diterima Ratna Dewi (46), salah satu wali murid SD Negeri 171 Talang Datar, Kecamatan Bahar Utara, Muaro Jambi, di grup WhatsApp kelas anaknya pada Selasa (25/8/2026) sore WIB.
“Mataharinya kaya bulan, cuma kelihatan bundar tapi enggak ada sinar kaya biasanya,” ujar Dewi, menggambarkan kondisi kabut asap yang menutupi langit di desanya.
Dewi menambahkan, beberapa hari belakangan kebun sawit di belakang tempat tinggalnya selalu tampak kabut asap. Mulanya ia mengira itu embun pagi, tetapi ternyata sampai siang hari masih ada.
ISPU di Muaro Jambi sempat tercatat pada angka 317, indikator bahwa kualitas udara di wilayah ini sudah masuk kategori berbahaya. Sedangkan di Kota Jambi, tertinggi menembus angka 230 yang berarti sangat tidak sehat.
Punya informasi menarik yang layak dikabarkan dan perlu diketahui orang banyak? Kabarkan ke kami.
