Tiga Pesilat Sungai Bahar Sumbang Gelar untuk Tim Bayung Lencir di Piala Camat HUT ke-81 RI
TIGA pesilat asal Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi, menyumbangkan gelar saat tampil membela tim Persinas ASAD Bayung Lencir pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Camat setempat. Kejuaraan berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis-Jumat (27-28/8/2026). Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan diikuti sejumlah perguruan silat […]
TIGA pesilat asal Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi, menyumbangkan gelar saat tampil membela tim Persinas ASAD Bayung Lencir pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Camat setempat. Kejuaraan berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis-Jumat (27-28/8/2026).
Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan diikuti sejumlah perguruan silat di wilayah setempat. Tim Persinas ASAD Kecamatan Bayung Lencir yang turut serta diperkuat pesilat lokal dan juga pendekar dari Sungai Bahar.
Datang jauh-jauh bukan sekadar untuk meramaikan, tiga pesilat dari Sungai Bahar berhasil naik podium. L’ Satria Teguh tampil sebagai juara 1 Kelas G Pra Remaja, disusul Bani Khoirul Huda yang meraih juara 2 Kelas H Pra Remaja, sementara Gabriel Murdani menempati posisi juara 3 Kelas C Remaja.
Dikutip dari laman resmi Persinas ASAD, Gabriel mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi ini. Terlebih persiapannya sempat harus terbagi dengan kesibukan sebagai anggota Paskibra Tingkat Kecamatan Sungai Bahar selama sebulan terakhir.
“Alhamdulillah, walaupun persiapan cukup mepet. Selama satu bulan saya mengikuti latihan Paskibra Tingkat Kecamatan Sungai Bahar sebagai anggota Paskibra, sehingga waktu saya berlatih kurang maksimal. Hanya beberapa minggu saya bisa berlatih intensif menjelang kejuaraan. Alhamdulillah, Allah SWT masih memberi saya rezeki berupa juara 3,” kata Gabriel.
Bani, yang tahun ini naik kelas dari usia dini ke pra remaja, mengaku merasakan tantangan berbeda. Ia berharap capaian ini adalah awal dari prestasi yang lebih baik di masa mendatang.
“Tentunya semakin naik kelas, semakin banyak tantangan. Semoga saya bisa terus intensif dalam berlatih sehingga bisa berprestasi lebih maksimal di kejuaraan pencak silat yang akan datang,” harap Bani, masih dikutip dari laman asad.or.id.
Sementara itu, Satria mengungkapkan rasa syukur mendalam karena berhasil meraih prestasi tertinggi di kali kedua mengikuti kejuaraan pencak silat. Ia berharap torehan ini menjadi awal yang baik dan bertekad akan terus konsisten berlatih.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT,” ucapnya. “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk terus konsisten dalam berlatih pencak silat, sehingga bisa rutin mengikuti kejuaraan secara berkesinambungan. Saya juga ingin terus mengasah mental agar lebih percaya diri ketika bertanding di gelanggang.”
Pencapaian ini tentu disambut gembira oleh manajer tim, Areys Chusnul Hakim. Ia mengapresiasi perjuangan ketiga pesilat di tengah waktu persiapan yang relatif singkat.
“Walaupun anak-anak berlatih cukup mepet dengan kejuaraan, alhamdulillah, masih diberi rezeki berupa juara 1, 2, dan 3. Semoga prestasi ini semakin memacu mereka untuk konsisten berlatih dan mengikuti kejuaraan pencak silat secara kontinu,” harap Areys.
Perguruan Silat Berprestasi
Persinas ASAD, singkatan dari nama lengkapnya Perguruan Pencak Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai, merupakan organisasi perguruan pencak silat yang bernaung di bawah Yayasan Perguruan Pencak Silat Nasional, didirikan pada tanggal 30 April 1993.
Pesilat Persinas ASAD telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Tahun lalu saja, setidaknya ada lima turnamen level regional dan benua yang mencatatkan nama pesilat Persinas ASAD dalam daftar juara.
Catatan prestasi interasional perguruan tahun 2025 dibuka oleh Fiqi Abdillah Lubis di ajang Nusantara Championship. Dalam turnamen yang digelar di Singapura 27 Mei hingga 1 Juni tersebut, Fiqi mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
Lalu ada nama Khoirudin Mustaqim yang meraih medali perak kala mewakili Indonesia di ajang Asian Pencak Silat Championship 2025 yang berlangsung di Vietnam, 24-31 Juli 2025.
Seolah belum puas, Khoirudin kembali menyabet medali perak ketika turun di ajang South Asia Pencak Silat Championship (ASPC) 2025 di Thailand, 9-16 Oktober tahun lalu. Ajang ini merupakan bagian dari uji coba menuju SEA Games 2025 yang juga bertempat di Thailand.
Ketika kemudian tampil di ajang sesungguhnya, yakni SEA Games Thailand pada Desember 2025, Khoirudin lagi-lagi menggondol medali perak. Menjadikan tahun 2025 sebagai tahun penuh medali di level internasional baginya.
Sementara di kelas pelajar, pesilat Persinas ASAD asal Sulawesi Utara, Ibrohim Putra Sultan, tampil membanggakan dengan meraih medali emas di ajang ASEAN Schools Games 2025. Dalam turnamen yang dihelar di Brunei Darussalam, 20-29 November 2025 tersebut, Ibrohim turun di kelas B Putra.



