Insiden di Bahar Legend Cup 2026, Kiper Bahar Utara Legend Alami Patah Kaki dalam Perebutan Bola
Meski tak melakoni pertandingan sampai selesai, Hasbi dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Panitia juga memutuskan predikat juara ketiga disandang oleh Bahar Legend bersama Bahar Utara Legend.
LAGA perebutan tempat ketiga turnamen Bahar Legend Cup U-40 pada Ahad (25/1/2026) sore diwarnai insiden serius. Kiper Bahar Utara Legend, Hasbi, mengalami cedera patah tulang di kaki kirinya usai berusaha menyelamatkan gawang.
Pertandingan tersebut berlangsung di lapangan Desa Marga Manunggal Jaya, Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi. Kejadian bermula dari sebuah kemelut di depan gawang Bahar Utara Legend.
Nur, salah satu kiper Bahar Legend yang menjadi lawan Bahar Utara Legend dalam pertandingan tersebut, menceritakan detik-detik insiden yang dialami Hasbi. Nur sendiri berasal dari Desa Panca Mulya (Unit 3), Kecamatan Sungai Bahar, tetapi sejak berkeluarga tinggal di Desa Talang Datar (Unit 6), Kecamatan Bahar Utara.
“Waktu itu ada kemelut di depan gawang dia, terus dia maju mau ngerebut bola. Tumburanlah sama pemain lain,” tutur Nur, saat ditemui di lapangan desa Talang Datar, Selasa (27/1/2026) malam.
Nur mengatakan dirinya saat itu tidak bermain, sebab Bahar Legend menurunkan tiga tim dalam turnamen dan bukan timnya yang bertanding melawan Bahar Utara. Ia sedang bertindak sebagai panitia di pinggir lapangan dan mengaku tidak yakin insiden benturan terjadi antara Hasbi dengan bek Bahar Utara Legend sendiri atau striker lawan.
“Terus pas mendarat lagi, dia langsung jatuh,” tambahnya. “Mungkin tumpuannya salah, makanya langsung patah tulang.”
Usai kejadian, Hasbi langsung dibawa ke klinik pengobatan alternatif di Desa Panca Mulya untuk mendapat penanganan awal. Kakinya kemudian digips oleh tenaga pengobatan setempat.
Hasbi membenarkan kronologi terjadinya cedera yang ia alami tersebut. Ditemui di rumahnya di RT 02 Dusun I, Desa Talang Datar, Jumat (30/1/2026) malam, bapak dua anak tersebut menyebut dirinya salah tumpuan saat mendarat usai “terbang” menangkap bola.
“Salah jatuh, Pak. Pas lompat nak ngambik bola, tumburan. Jadi pas jatuh agak oleng tuh, pijakannyo kurang pas,” ungkapnya dari atas kursi roda.
Kejadian ini praktis membuat pekerjaan utama Hasbi sebagai juru panen sawit terganggu. Ia dipastikan tidak dapat mengayunkan egrek selama sekurang-kurangnya satu bulan penuh, seperti dikatakan tenaga pengobatan alternatif kepadanya.
Namun Hasbi menyikapi kejadian ini dengan positif. Berkat cedera yang dialaminya, ia jadi tahu bahwa masih banyak yang perhatian dan peduli padanya. Ia juga bersyukur para pemilik kebun memaklumi keadaannya.
“Kawan-kawan dari Sungai Bahar langsung ke sini malamnyo. Rombongan entah berapo mobil, sampe penuh ke ujung sano,” tambahnya, seraya menunjuk ke arah tikungan dekat jembatan sekitar 150 meter dari rumahnya.
Nur mengonfirmasi kunjungan tersebut. Ia menuturkan, rekan-rekannya di Bahar Legend bergerak cepat mengabari satu sama lain untuk ramai-ramai datang dari berbagai kawasan di seluruh Sei Bahar menjenguk Hasbi.
Meski tak melakoni pertandingan sampai selesai, Hasbi dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Panitia juga memutuskan predikat juara ketiga disandang oleh Bahar Legend bersama Bahar Utara Legend.



