BEI Jambi Gandeng BKKBN, Manfaatkan Jejaring PKB/PLKB untuk Edukasi Investasi Aman
Edukasi yang masif diperlukan mengingat tingkat literasi dan inklusi pasar modal di Jambi yang masih menjadi tantangan. Masyarakat, terutama di pedesaan, masih mudah tergiur iming-iming investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu sekejap.
KANTOR Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi menjajaki kemungkinan memanfaatkan jejaring lini lapangan BKKBN di daerah-daerah untuk kegiatan edukasi terkait literasi keuangan dan investasi aman kepada masyarakat.
Hal ini mengemuka dalam kunjungan Kepala KP BEI Jambi, Rena Novita, ke kantor Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jambi di Jl. R. Moh. Nuradma Dibrata No. 19, Telanaipura, Kota Jambi, Senin (7/9/2026).
Kedatangan Rena diterima langsung oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jambi, Zamhari, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Perwakilan Yudi Hendra Musrizal, S.IP., M.A. dan Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Rena mengungkapkan keinginan pihaknya untuk memanfaatkan luasnya jejaring lini lapangan BKKBN, yakni Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), sebagai ujung tombak sosialisasi hingga tingkat desa.
Dalam skema ini, para penyuluh yang memiliki kedekatan dengan masyarakat akan bertugas membuka akses dan menghubungkan kelompok sasaran. Sementara kegiatan edukasi teknis mengenai pasar modal tetap disampaikan oleh pihak BEI yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Zamhari menyambut baik peluang kolaborasi ini. Menurutnya, keberadaan tenaga lini lapangan merupakan salah satu kekuatan utama BKKBN.
“PKB dan PLKB memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Jejaring ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas edukasi, termasuk bagaimana masyarakat memahami investasi yang aman dan legal serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak,” ujarnya, sebagaimana dikutip laman resmi Kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jambi.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan risiko investasi juga relevan dengan upaya membangun ketahanan keluarga.
Upaya Menghalau Investasi Bodong
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi BEI yang selama ini menargetkan penambahan Single Investor Identification (SID) baru. Tahun lalu, target yang dikejar adalah sebanyak 25.000 SID baru.
Edukasi yang masif diperlukan mengingat tingkat literasi dan inklusi pasar modal di Jambi yang masih menjadi tantangan. Masyarakat, terutama di pedesaan, masih mudah tergiur iming-iming investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu sekejap.
Salah satu contoh di Kecamatan Bahar Utara dan Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi, beberapa tahun lalu. Warga sejumlah desa di kecamatan eks wilayah transmigrasi berulang kali menjadi korban praktik investasi bodong yang dibungkus berbagai narasi dan skema.
Yang paling menggegerkan adalah kasus investasi sapi perah yang memakan korban sekitar 3.700 orang, dengan nilai kerugian total mencapai Rp 156 miliar. Dua pelaku yang merupakan warga Bahar Utara, salah satunya ASN, dibekuk polisi pada Maret 2020.
Kasus itu terkait dengan investasi bodong dengan modus persis sama di Sungai Bahar. Seorang pelaku berinisial AH, pemilik CV Nurul Asyrof Sejahtera (CV NAS), sempat melarikan diri tetapi kemudian berhasil ditangkap polisi pada Februari 2020.
Selain itu ada pula investasi bodong yang dikenal luas sebagai Himpunan Pengusaha Online atau HIPO. Ribuan warga menjadi korban dalam kasus ini, dengan kerugian menyentuh puluhan miliar rupiah.



